Jumat, 24 Juni 2011

MANUSIA PEJALAN (delapan)

Ray Mengku Sutentra

delapan penjuru mata angin
titipkan ruas warna nafas
diam; duri-duri mengusik
mengapa bunga
mengapa berduri
mengapa ranting
tidak batu
membatu diam tak menuntut
Maknai;
delapan penjuru mata angin
manusia pejalan lebih peka - dari
segala.


Indramayu, 7 Agustus 2008

0 komentar:

Posting Komentar

 

Geliat Jiwa Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo