Ada kharisma putih yang kita jabarkan. Kharisma yang mampu berbicara pada alam. Berbincang tentang kasih sayang yang tak pernah usai. Sayap-sayap kasih sayang yang mampu terbang melintasi apapun untuk dapat menyatukan sifat rindu pada pujaan. Segala kegalauan ini hanya akan luluh pada nalurimu. Naluri hati seorang perempuan yaitu engkaulah. Jika ada seorang bijak berkata:
"ketika di saat manusia hidup, mereka tidak menyadari detak jantung yang berdegup tanpa dirasa adalah ada. setelah jantung yang berdegup meradang, baru manusia merasakan bahwa degupnya adalah berarti".
Itu adalah aku yang melalaikan dirimu di saat kau disampingku dan di saat semuanya telah meradang hilang baru aku sadari sesuatu yang berarti dalam hidupku yang membuat nafasku ada, adalah engkau. Bukan aku tak ingin kembalikan engkau di sisi seutuhnya tapi semuanya telah berbeda dan menjadi misteri sang Kuasa. Kau begitu sangat mengetahui tentang apa dan siapa diriku. Suatu kepercayaan yang sekarang aku hadapi adalah amanat Tuhan untukku.
"mari saling kita izinkan diri kita bersama untuk menggenggam sampai menuju selesai bahtera kita masing-masing, jangan jadikan hidup laksana gemuruh ombak yang pecah terberai sebelum sampai tepian pantai".
Biarkan kisah kasih sayang adalah sesuatu yang tak mampu dijabarkan oleh siapa pun dan tetap menjadi perkawinan hati yang suci menggaung di setiap sudut alam semesta.
“Bintang Bulan”
Yogyakarta, Desember 2007



0 komentar:
Posting Komentar