Ray Mengku Sutentra
I
Sepanjang perjalanan dia memaknai risalah ornament kaca debu
Denyir anyir angin melekat pada lapisan kulit berkeringat
Suatu pagi diantara berjubel pagi, dia berfantasi seks dengan embun usang di pelataran rumah
Malaikat mengintip dari balik tirai jendela
Siang mengutuknya
Cemburu karena embun tak lagi perawan
Dia megutuk dikala siang, setara dengan malam
Dia mau tidur
II
Angka waktu melompat-lompat melebihi ingatan
Dia tertancap pada gundukan pasir pantai
- Lapar
Dilahapnya dengan malu-malu
Meraupi wajahnya dengan pasir
III
Kembara
- Ada sesuatu rebah pada butiran pasir
Kelahiran
Keraguan
Kaya rimba raya
Kematian
Kepalang
Kehilangan – Korek Api
Yogyakarta, 19 April 2011