Kamis, 23 Juni 2011

DI RANJANG COKLAT


Ray Mengku Sutentra
 
Senja melengkung semakin dalam.
Awan tebal merengkuh merapi.
Wangi keindahanya sampai hari melipat-lipat

Aku tinggalkan aroma melati di ranjang coklat karena ini kisahku.

Katamu setelah kita terengah-engah melumat malam dan menolak pagi yang tergesa-gesa kehadirannya.




Yogyakarta, April 2011

0 komentar:

Posting Komentar

 

Geliat Jiwa Copyright © 2010 | Designed by: Compartidisimo