Ray Mengku Sutentra
Senja melengkung semakin dalam.
Awan tebal merengkuh merapi.
Wangi keindahanya sampai hari melipat-lipat
“Aku tinggalkan aroma melati di ranjang coklat karena ini kisahku”.
Katamu setelah kita terengah-engah melumat malam dan menolak pagi yang tergesa-gesa kehadirannya.
Yogyakarta, April 2011



0 komentar:
Posting Komentar