Ray Mengku Sutentra
Memandangiku pada diammu di bangku pelabuhan itu
Akupun menghening karena kebingungan berjibaku
Kita bersama-sama mengingat percakapan semalam
Ketika adzan subuh pertama menyapa pendengaran kita
Ya,
Tinggal menunggu dengung bel kapal lalu kau akan sebrangi selat itu
Membawa keputusan juga meninggalkan keputusan
Sedang aku akan di sini terjaga dengan was-was sepenuhnya
Menerima kesetiaan yang pernah kita tumpahkan bersama malam
***
di pelabuhan ini,
berlipat tahun itu terjadi dan kini aku mengenangnya ketika kesetian merpati kita telah menjadi kesetian bagi orang lain
padamu,
kesetiaan telah aku larung diriuh selat ini,
biarkan wajah dan bait keputusan kita tercermin di airnya berbagi keindahan dengan ketakterhinggaan manusia seperti kita
Banten, 10 desember 2010



0 komentar:
Posting Komentar