Perempuan bersayap merpati bercadar awan
Lembut pesona, sepoi melanglang singgah di garis hidup
Kau simpan gada dalam rahimmu
Kau simpan air mata di angkuh langkahku
Kau katakan selamat pagi usai tidur malammu
Sedang di waktuku senja sebentar lagi pudar dan segarnya segelas susu yang kau saji untuk menimang bibirku telah menghambar oleh keputusan angin yang datang dan pergi.
Mungkin aku tidak akan pahami tentang tetesan air di matamu,
Mungkin aku tidak akan pahami gelut gelisah malam juga harimu,
Mungkin pula aku tidak kuasa jabarkan derai-derai pelukmu,
Karena,
Mungkin aku hanyalah lukisan yang bertengger di sudut ruang hatimu.
Yogyakarta, 8 Juli 2010



0 komentar:
Posting Komentar