Ray Mengku Sutentra
Dia lelaki berpayungkan langit tanpa batas
Seorang diri
Kepalanya merah terbakar matahari
Di matanya pasir bergerak bak geseran lempeng bumi
Perlahan namun pasti
Sepasang kelelawar terbang dari dalam dadanya
Meninggalkan bias bayang-bayang gelisah
Mencari dan menanti kemenangan
Lelaki berpayungkan langit
Kakinya terluka tercakar oleh tangannya sendiri
Tersungkur mencium bumi
Lelaki
Rusuknya yang tajam terberai
Tertancap menjadi nisan-nisan untuk setiap jejak penderitaan kekalahan
Lelaki berpayungkan langit
Seorang diri tanpa batas
Ia kini terbang bersama debu-debu
Menuju tempat yang maha tinggi
Menunggu kelelawar kembali
Ke dadanya
Lelaki
Tidak akan lagi sendiri
Kemenangan bukanlah janji
Indramayu, 2 Mei 2009



0 komentar:
Posting Komentar