Ray Mengku Sutentra
sayatan
membekas
menghujam
membumi
menggaung
tidak ada ruang
penuh
jejal
sesak
mengeruk keringat yang mulai mengering
membimbing keinginan
mengetuk pintu-pintu kenyataan
melangkah tajam pada tatapan
mata; hati
dan
berharap Tuhan tidak ambil cuti
Yogyakarta, 24 Oktober 2008



0 komentar:
Posting Komentar