Ray Mengku Sutentra
Membakarnya lalu menyelipkan di sela bibir.
Mendengar suara angsa di kejauhan,
Menyimak sahutan kokok ayam jantan,
Meresapi paduan maha karya musik alam dan lantunan gesekan violin.
Dalam ilustrasi itu,
Bayang wajahmu menampar pipiku, menarik buas bulu kumis serta jenggotku.
“Bergegaslah tidur dan selesaikan mimpimu untuk aku!.”
Suaramu tanpa wujud.
Kepulan asap keluar dari mulutku
Merangkai jawab atas suaramu.
“hufff”
Terjemahkanlah sendiri,
lalu aku akan tidur.
Sebatang rokok,
Tuntas
Menjadi abu teronggok di asbak kertas
Seluruh!
Yogyakarta, 2011


